Wanita menikahi pria dengan harapan Sang Pria akan berubah.
Pria menikahi wanita dengan harapan Sang Wanita tidak berubah. Jadi keduanya
kecewa. (Albert Einstein)
Menerima pasangan apa adanya dapat menjadi sebuah awal
sempurna untuk sebuah hubungan yang lebih baik.
Ketika ditanya tentang rahasia cinta, setelah menikah 54 tahun dengan orang yang sama, ia berkata, “Ruth dan saya berbahagia atas perbedaan kami.” (Billy Graham)
Pernikahan yang sempurna bukan bila pasangan yang sempurna
menjadi satu, tetapi pasangan yang tidak sempurna belajar untuk menikmati
perbedaan mereka. (Dave Meurer)
Menerima berarti tidak berusaha untuk mengubahnya sesuai
keinginan kita. Hanya Sang Pencipta yang dapat mengubah ciptaan-Nya. Menerima
berarti mengasihinya dengan kasih yang tidak mengharapkan kembali, sebuah kasih
tanpa syarat.
Segeralah menukarkan khayalan Anda yang dibawa saat menikah,
dengan penerimaan. Jika Anda tidak ingin terus menerus didera kekecewaan dalam
pernikahan. Kekecewaan terjadi ketika pasangan gagal memenuhi ekspektasi kita.
Perbedaan kadang menimbulkan kebingungan, tetapi Kasih yang
sejati menutupi segala sesuatu.
Perbedaan antara suami dan istri biasanya dapat diselesaikan
dengan baik, dengan cara yang sangat sederhana, yaitu dengan penerimaan.
Penerimaan dan pengertian adalah dua hal yang harus Anda lakukan seumur hidup
bagi pasangan Anda. Penerimaan member rasa aman. Rasa aman adalah langkah
pertama menuju pintu pengharapan. Pengharapan membuat seseorang berusaha
melakukan yang terbaik. Hasilnya adalah kebahagiaan pernikahan.
Penerimaan yang tulus adalah awal dari keintiman dalam
pernikahan, dimana pasangan Anda berani menyatakan isi hati dan pikirannya
tanpa khawatir bahwa ia akan dinilai.
Kita tidak dapat mengubah sesuatu sampai kita bisa menerima
sesuatu. Anda ingin perubahan? Belajarlah menerima. Anda ingin menerima?
Berubahlah.
Menerima berarti berhenti mengkritik dan mengomel. Saat
menerima, kita belajar bertoleransi terhadap kesalahan dan kelemahannya.
Buatlah segala sesuatu yang dia sukai menjadi PENTING!
Pasangan yang pesimis memandang perbedaan sebagai sebuah
kelemahan dan bukan kekuatan. Tetapi pasangan yang optimis memandang perbedaan
sebagai kekayaan yang tidak terbeli dengan uang.
Pernikahan yang seimbang membutuhkan dua hal: Logika pria
dan perasaan wanita.
Kenyataannya memang tidak ada pasangan yang sempurna dan
cocok dalam segala hal. Dan proses mencocokan diri akan memakan waktu seumur
hidup.
Perubahan pernikahan selalu diawali dengan perubahan
pikiran.
Orang banyak menginginkan perubahan dalam hidup mereka,
tetapi herannya mereka menolak untuk diubah! Perubahan dimulai dari Anda.
Pernikahan yang indah adalah yang memberi ruang untuk
perubahan dan pertumbuhan bagi individu dan cara mereka mengekspresikan cinta.
(Pearl Buck)
Diambil dari: Building A Five Star Marriage oleh Jimmy dan
Jenny Oentoro

No comments:
Post a Comment